| Rakyat dan Para Wakilnya |
|
|
|
| Sabtu, 21 Januari 2012 04:35 |
![]() Rakyat dan Para Wakilnya
Oleh: Prof. Dr. H. Abdul Rozak. M.Pd Para utusan yang bersidang di tataran ASEAN akan menyuarakan kepentingan negaranya dengan sepenuh hati. Wakil itu menyuarakan pertimbangan-pertombangan yang diwakilinya. Kesejalanan ini menjadi penting karena pertanggungjawaban. Tanggung jawab dimaknai adanya kesinambungan antara suara wakil dan yang diwakilinya. Dia tidak dapat menyuarakan kepentingannya sendiri. Keselarasan tanggung jawab antara wakil dan yang diwakilinya menjadi utama karena itulah yang menjadi indikatornya. Apa yang terjadi jika wakil tidak mengacuhkan pesan yang diwakilinya. Perubahan akan terjadi , setidaknya berbagai kebijakan, misalnya akan menjadi berubah atau yang paling fatal adalah pandangan terhadap atasan wakil tersebut akan berbeda. Kesepakatan-kesepakatan akan berubah dengan sendirinya. Kerugian yang akan diperoleh tinimbang keuntungan. Banyak contoh ketika para wakil tidak amanah, yang terjadi kekacauan. Skenario yang telah disusun bertahun-tahun akan hancur gara-gara wakil tidak dapat mengimplementasikan amanah atasannya, tidak bisa menjaga citra lembaga yang diwakilinya. Apa yang dibawa oleh wakil adalah segala hal yang dapat memberitahukan kepada pihak lain bahwa dirinya memang wakil. Wakil mempunyai keterbatasan dalam bertindak. Ia tidak leluasa menentukan berbagai kepentingan mengenai institusi yang diwakilinya, apalagi yang berhubungan dengan kepentingan dirinya. Wakil, menurut KBBI (2008:1806) orang yang dikuasakan menjadi pengganti (sulih) orang lain. Kata kuasa sebetulnya berkaitan dengan apa yang tertera dalam keterwakilannya. Ia sesungguhnya dan semestinya hanya memberikan ketentuan yang sejalan dengan yang diwakilinya. Memang ada yang memberikan kekuasaan penuh kepada wakilnya, tetapi sangat terbatas dan tertentu dalam bidang-bidang yang sangat mendesak. Meskipun demikian tetap dalam kerangka terbatas artinya tidak lebih besar dari apa yang ada dalam lingkungan yang diwakilinya. Dengan perkataan lain wakil itu harus sejalan dengan yang diwakilinya, wakil itu tidak lebih besar dari yang diwakilinya, wakil itu bertanggung jawab kepada yang diwakilinya. Kepercayaan yang dikhianati akan menjadikan penjauhan oleh pihak tertentu. Mungkin juga senang bagi pihak tertentu. Akan tetapi, kesenangan itu hanya sekali, setelah itu mati. Kondisi seperti ini banya terjadi saat ini di negara tercinta kita. Mari kita lihat apa yang terjadi dengan perilaku beberapa anggota dewan yang terhormat. Apa yang mereka lakukan sama sekali tida menunjukkan keinginan mereka untuk dihormati. Ucap langkahnya tridak mencerminkan bahwa mereka bagian dari rakyat banyak, bahwa mereka bagian dari orang yang dipilih untuk menyuarakan hati rakyat. Mereka aasyik dengan permainan dirinya dan kepentingan kelompoknya. Rakyat tidak ada dalam hati mereka. Rakyat dilupakan. Apakah mereka lupa bahwa pada awalnya minta persetujuan dari rakyat? Semua calon anggota dewan mendatangi rakyat. Mereka menyampaikan apa yang akan dikerjakan kelak, seandainya terpilih menjadi anggota dewan dan rakyat mengiyakan dengan memilihnya. Ada ruang yang menganga diantara saat kampanye dengan saat bertugas. Kondisinya dibedakan oleh anggota dewan itu sendiri. Banyak alasan yang dapat disuarakan. Dengan berbagai alasan itulah mereka melegalkan tindakannya. Tampaknya segala berjalan sekarang di atas kepentingan dirinya yang dilesapkan (katanya) kemauan rakyat, kepentingan negara. Perilaku beberapa anggota dewan, kini tidak lagi menunjukkan kewakilan atas nama rakyat. Setelah berada di gedung terhormat itu tidak pernah lagi bertanya kepada rakyat. Mereka sudah mewakili dirinya sendiri, berjuang demi kepentingan yang lebih penting atas nama dirinya, atas nama kelompoknya. Perbincangan-perbincangan yang mereka suarakan, sama sekali tidak menyentuh pada pergerakan peningkatan kesejahteraan rakyat. Rakyat berjuang sendiri mengatasi kemiskinan dirinya dan mereka berjuang untuk membesarkan dirinya. Begitu hebatnya, sebenarnya kekuasaan anggota dewan itu. Mereka dapat "mendikte" beberapa eksekutif. Pergerakan alur pemerintahan ini dapat mereka atur sesuai dengan keinginannya. Keinginan anggota dewan seharusnya keinginan rakyat banyak. Perilaku pemerintah seharusnya mereka gertakkan menjadi bagian dari keinginan rakyat banyak yang diwakilinya. Kebijakan-kebijakan pemerintah seharusnyalah merupakan bagian dari desain besar penyejahteraan rakyat dan berprediksi puluhan tahun kedepan. Rakyat setiap saat menanti perubahan yang membahagiakan. Rakyat tidak berkuasa karena kekuasaannya telah diamanahkan kepada para pemimpin pusat dan daerah serta para anggota dewan yang terhormat. Ada titipan, sebetulnya yang sebetulnya disampaikan rakyat pada saat mereka memilih. Penggunaan kekuasaan dan penjalanan kewenangan para pemimpin terpilih itu seharusnya menggambarkan olahan pikiran dan perasaan yang mengemban amanah rakyat. Kita sering melihat sajian yang jauh dari harapan rakyat. Bahkan makin menjauh dari keharusan membahagiakan dan menyejahterakan rakyat. Penyia-nyian kemapuan rakyat dalam bidang pertanian, misalnya atau kelautan. Pergerakan negara dan bangsa ini tergantung pada kebijakan yang diolah pemerintah dan anggota dewan. Apa yang diputuskan sangat berpengaruh terhadap peristiwa selanjutnya pada masyarakat. Kebijakan yang berhati rakyat yang seharusnya dilakukan pemerintah dan anggota dewan. Menyentuh rakyat harus dengan hati. Keterikatan ini dapat membekali hati pemimpin negara ini. Insya Allah dengan hati, rakyat akan berlega hati. Memberikan ruang hati pada hati orang lain, akan menuntut kita berhati-hati dalam menata kehidupan. Ruang kehidupan ini akan menjadi luas dan bisa juga menjadi sempit. Hal itu tergantung pada bagaimana kita mengelola dan mengolah hati masing-masing. Pada saat tindakan beberapa oknum pejabat melanggar aturan, seperti tindakan korupsi, pada saat itu dia telah menyempitkan gerak hati sekian banyak orang lain. -pemberian kesempatan kepada orang lain untuk berbuat baik dan terus-menerus memperbaiki dirinya akan meluaskan dunia ini. Para pejabat negara ini dan para anggota dewan di negeri ini mempunyai kesempatan, mempunyai kekuasaan untuk meluaskan dunia ini dengan merancang kebijakan yang dapat memberikan jalan kepada rakyat untuk beraktivitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Kepentingan para pemimpin adalah mementingkan peningkatan rakyat di segala bidang. Rakyat banyak berharap kepada orang-orang yang menggerakkan bangsa ini. Rakyat sebetulnya tidak tahu siapa yang menggerakkan arah bangsa ini. Mudah-mudahan kemudian masih tetap dipegang pejabat pusat, pejabat daerah, dan para anggota dewan agar bangsa ini tetap menetapkan UUD 1945 sebagai dasar bertindak dan berjuang. Semoga saja. |




