3 PTS Disiapkan Jadi Negeri PDF Cetak Email
Share
Kamis, 02 September 2010 03:51

3 PTS Disiapkan Jadi Negeri

BANDUNG – Selain empat perguruan tinggi swasta (PTS) yang dalam proses wisudaperubahan status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk mem-PTN-kan tiga PTS lagi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, proses perubahan status tiga PTS tersebut akan dimulai pada 2011 mendatang. Heryawan tidak menyebutkan tiga PTS tersebut. Namun, menurut dia, PTS tersebut berlokasi di Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Karawang. “Ada dua yang sudah pasti tahun ini, dan sisanya empat di Karawang dan satu di Sukabumi akan segera diproses,” ujar Heryawan di Bandung, Selasa 31 Agustus kemarin.

 

Gubernur memaparkan, pihaknya akan segera memproses PTS menjadi PTN. Menurut dia, dengan adanya perubahan status tersebut, diharapkan PTN menjadi tersebar dan tidak hanya terkonsentrasi di Kota Bandung. “Jadi, mereka yang berdomisili di daerah-daerah itu bisa memilih PTN, tidak hanya di Kota Bandung. Kami akan berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jabar,” papar Heryawan.

Heryawan menyebutkan, dua PTS yang sudah pasti berubah status pada tahun ini yakni Universitas Siliwangi (Unsil) Kota Tasikmalaya dan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Kota Cirebon. Sementara, dua PTS lainnya yang akan terus diproses pada tahun ini yakni Politeknik Sukabumi dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Perubahan status menjadi negeri diharapkan juga dapat memacu daya saing PTS di Jabar. Perubahan status ini seharusnya dapat meningkatkan upaya PTS untuk dapat meningkatkan kualitasnya. Hal itu dikatakan Heryawan menanggapi adanya ketidaksepakatan perubahan status menjadi PTN yang disuarakan Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia wilayah Jabar dan Banten. “Yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendidikan berkualitas dan terjangkau,” kata Heryawan.

Menurutnya, bukan saatnya bagi PTS untuk menolak kehadiran PTN baru, melainkan harus terus berupaya agar masyarakat mengubah orientasinya bahwa PTS pun bisa diandalkan. “Masyarakat pasti akan memilih perguruan tinggi yang dapat diandalkan dan berkualitas. Jika memang PTS memiliki kualitas sesuai dengan kriteria masyarakat, maka PTS tersebut akan menjadi pilihan masyarakat,” tegas Heryawan.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Wahyudin Zarkasyi mengungkapkan, rencana mem-PTNkan tujuh PTS tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat Jabar untuk mengenyam pendidikan di PTN. Menurut dia, berdasarkan rasio, jumlah penduduk tidak sebanding dengan jumlah PTN di Jabar. “Di Jabar hanya ada lima, yakni IPB, ITB, UPI, Unpad, dan UIN Gunung Jati. UI saya kira setengah dari Jakarta. Dan, inilah yang harus kita pikirkan. Jika dibandingkan dengan Sumatera Barat dan Gorontalo misalnya, rasio PTN dan jumlah masyarakatnya sudah sangat tidak sebanding,” papar Wahyudin.

Menurut dia, Pemprov Jabar membantu PTS-PTS tersebut untuk melengkapi persyaratannya. Misalnya, persyaratan luas yang harus 30 hektare. Saat ini, dua PTS yakni Unswagati dan Universitas Singaperbangsa sudah mencapai kata sepakat soal harga tanah yang akan dibebaskan. “Tapi, kami memang sedang memprioritaskan Cirebon dan Tasikmalaya (Unsil) karena dua PTS tersebut sudah mengajukan untuk menjadi negeri sejak lima tahun lalu,” tuturnya.

Perubahan status ini menghabiskan dana Rp72,5 miliar dari APBD 2010. “Lebih banyak PTN lebih baik, dan untuk penambahan memang kami merencanakan tiga lagi, mungkin akan ada lagi di Subang,” kata Wahyudin. (krisiandi sacawi)

credit: Okezone.com

 
Top