Dharma Unswagati untuk Rakyat Miskin PDF Cetak Email
Share
Rabu, 25 Januari 2012 16:17

Kemiskinan yang melanda sejumlah besar warga Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) telah menggugah kepedulian pimpinan Unswagati dan Yayas¬an al-Machmud. Dua lembaga ini bekerja sama untuk ikut mengu¬rangi beban pemerintah dalam menanggulangi

kemiskinan melalui Program Bantuan Dana Bergulir. Tujuannya antara lain guna menumbuhkan jiwa wi¬rausaha, mengembangkan usaha, meningkatkan kemandirian, dan akhirnya diharapkan meningkat¬kan kesejahteraan masyarakat ekonomi lemah.

Launching program pun diada¬kan pada Jumat, 7 Oktober 2011 lalu yang menandakan program ini benar-benar serius, tidak sekedar NATO (No Action Talk Only). Acara yang bertempat di Aula Grawidya Sabha Kampus 1 Unswagati ini tidak luput dari perhatian pejabat pemerintah daerah (pemda) serta masyarakat umum. Dari kalan¬gan pemda hadir Sekda Kota Cirebon Drs. Hasanudin Manap, MM, Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial, Pimpi¬nan Perusahaan, baik BUMN, BUMD maupun Swasta, dan beberapa Pimpi¬nan Perguruan Tinggi di Wilayah Ciayumajakuning. Dari kalangan internal yayasan dan kampus Unswagati hadir Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, H. Asep Djajuli, Ketua ISEI Cabang Cirebon Dr. H. Djakaria Machmud, SE., SH., M.Si yang juga Rektor Unswagati Cirebon, para pimpinan univer¬sitas dan pimpinan fakultas, tokoh agama, masyarakat danpemuda, beberapa mahasiswa yang dilibatkan dalam program bantuan dana bergulir, Pers / media masa, dan Perwakilan ma¬syarakat calon penerima bantuan dana bergulir.

Dalam sambutannya, Rektor Unswagati menyatakan bahwa Unswagati sebagai lembaga Pendidikan Tinggi mencoba mengambil peran dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program dana bergulir kepada masyarakat ekonomi lemah yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah. Lebih lanjut, Doktor lulusan Universitas Sa¬tyagama menyatakan program ini semetinya didukung oleh pemer¬intah baik pusat maupun daerah, lebih-lebih oleh BUMN yang memiliki dana CSR (Corporate Social Responsibility atau tang¬gung jawab sosial perusahaan).
"Apabila sektor swasta/badan usaha memiliki CSR maka Un¬swagati memiliki USR" demikian kata Rektor. Bagi Unswagati, program ini merupakan wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khusnya darma ketiga yakni pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini dapat menjadi bahan kajian dalam program pemberdayaan masyarakat.

Menariknya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dalam melakukan wawancara dan sur¬vei kelayakan penerima bantuan. Bagi calon pemimpin bangsa di masa depan ini, aktifitas ini merupakan sarana pembelaja¬ran bagaimana mengelola dana bantuan mulai dari menilai kelayakan pemberian pinjaman sampai dengan pengelolaan dan pengamanan pinjaman.
Dana awal program ini adalah 120 juta rupiah yang terdiri dari 100 juta dari Yayasan Al-Machmud dan 20 juta dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia cabang Cirebon dan simpatisan lain. Besarnya pinjaman maksi¬mum 1 juta rupiah dengan waktu pengembalian maksimal 3 bulan tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Masyarakat yang hendak bergabung dengan program ini bisa datang ke posko Bantuan Dana Bergulir di kantor LPPM Unswagati kampus I Jl. Pemuda no 32 Cirebon untuk mengisi formulir permohonan pinjaman. Setelah itu mahasiswa akan melakukan survei dan wawancara kepada calon penerima bantuan. Setelah itu, tim akan memutuskan apakah permohonan pinjaman diterima atau ditolak. Kriteria yang akan dibantu adalah mereka yang benar-benar masyarakat ekonomi lemah.

Kita berharap program kema¬nusiaan ini berjalan dan berlang¬sung dalam jangka panjang, amin. N

 
Top