MENATA RUANG HATI PDF Cetak Email
Share
Kamis, 12 Agustus 2010 02:01

MENATA RUANG HATI

                                                                                                ABDUL ROZAK

                                                                                    GURU BESAR UNSWAGATI

Hidup kita berkelanjutan karena adanya orang lain. Ruang luas dunia terisi. Beribu, bermiliar orang bersama menyusun hidup atas kemurahan Allah, Tuhan semesta alam ini. Apa yang bisa kita lakukan tanpa bantuan orang lain. Manusia tercipta dengan kekurangan dan kelebihan. Kondisi ini memaksa kita berkomunikasi untuk saling mengisi. Perbedaan kemampuan dan kepemilikan akan meningkatkan kekerapan perluany terus bersatuan di antara kita dalam berbagai hal.

Kemampuan berbeda seyogyagnya akan mengarahkan kita pada keinginan saling menghormati. Kekurangan di antara kita menyeret kita ke dalam suasana kebersamaan dalam usaha saling mengisi. Pemahaman akan kondisi keterbasan sesama sebenarnya akan menggiring pada kesadaran bahwa kita saling  membatasi dalam keberlingkaran.

Pembentukan lingkaran ini yang telah menghilang. Pelenyapan dilaksanakan atas kepentingan berpribadi dan atas nama keterikatan berkelompok. Penyatuan kepentingan dibatasi atas nama rakyat atau bahkan atas nama kebenaran. Penyelewengan beragam bentuk dan corak selalu muncul. Penegak hukum dipaksa mencari bentuk selesaian. Kerjaan penegak hukum bekerjaran dengan kemunculan modus baru kejahatan. Tantangan bertantangan mempersibuk bagian-bagian yang bekepentingan dalam ragam bentuk.

Kesalinghubungan tidak dapat dipungkiri karena ia bersifat melekat atas nama kebersambungan yang merentang terbuka dalam bentang jalan hidup manusia. Kehidupan itu sendiri --dalam skenario Tuhan—mengajari kebersambungan dan keharusan kebersamaan. Kemandirian milik kita sebagai pembeda di antara sesama. Bahkan kemandirian sifat itu teridentifikasi dalam kerumunan. Jadi, sebenarnya tidak ada lubang di antara kita peluang  menyakiti. Keberadaan kita ada dalam kehidupan sesama makhluk Tuhan.

Alam banyak mengajarkan kepada kita. Sistem pergantian siang dan malam yang menunjukkan kerja sama dalam kefungsian. Matahari selalu muncul pada waktu yang sama setiap hari. Demikian juga bulan yang menggantikan fungsi matahari dalam penyinaran bumi. Pohon yang menyerap air hujan yang berlimpah. Ketergangguan dalam sistem itu berakibat pada ketidakseimbangan. Pohon yang ditebang sembarang berakibat pada bencana. Pembukaan lahan di hutan tidak beraturan berakibat pada kemusnahan binatang atau bertebaran ke pemukiman.

Peristiwa yang bergulir dalam kehidupan kita ini senantiasa berhubungan secara negatif atau positif, bermanfaat langsung atau tidak langsung. Beberapa kasus dalam kehidupan di negara kita memberikan gambaran nyata tentang betapa kekurangan kita dalam berpikir akibat bagi kehidupan orang lain di sekitar kita untuk masa kini dan masa mendatang.

Ragam acara televisi berarah pada kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Banyak penonton yang berharap beroleh kemudahan seperti tayangan televisi. Peristiwa disajikan tanpa suntingan memadai. Kepenting bisnis dikedepankan mengalangi niat awal. Kegiatan pemilik dipedomani dan pemilik pada dasarnya berprinsip mengembalikan modal dalam waktu cepat dan meraih keuntungan secepatnya. Apa yang ingin dibangun manusia yang kurang berwawasan di luar dirinya dan dalam kemutlakan keinginan kuat menyatakan maksud pemilik modal. Di antara itu kita tidak bisa masuk. Ada dinding tutup berlapis berfungsi pelindung. Tayangan bermaksud tersembunyi. Apa yang kita lihat bukanlah yang dinyatakan. Hiburan yang tertata disampaikan kepada penonton berakhir pada kenyataan lain. Tiruan sangat cepat menempel dalam lagak keseharian.

Kita berasyik dengan diri sendiri. Bagaimana para penulis sinetron mengurai peristiwa yang jauh dari kearifan. Penghitungkan akan dampak jauh tidak pernah terpikir. Hal itu perlu waktu dan dana. Secara ekonomis tidak menguntungkan. Berbalas keuntungan kini menjadi catatan mutlak bagi pergerakan arus langkah. Tidak perlu nasib orang lain selama tidak berhubungan dengan urusan pribadinya. Jika perlu, kepedihan orang lain didagangkan dengan alasan pemberitaan atau penceritaan.

Tengok bagaimana koruptor makin bertambah besar dalam jumlah dan mutu. Hati mereka tidak menyediakan ruang bagi sesama. Apa yang seharusnya didistribusikan kepada rakyat dialihkan ke tempat yang dikehendakinya. Pengalihan ini merugikan rakyat banyak. Kesengsaraan bertambah. Kemiskinan meluas. Ketimpangan antara kaya dan miskin menjurang-melaut. Peristiwa ini terus berjalan dan berjalan sejajar dengan kebutuhan hidup. Sejajar dengan kelambanan pemerintah dalam penangananan masalah korupsi. Pemerintah bekerja keras sementara kasus baru terus bertumbuh dengan modus baru.

Bagaimana pebisnis menyiasati regulasi. Regulasi sebagai alat lindung legalitas mereka. Antisipasi terhadap berbagai upaya pemerintah dinyatakan dalam bentuk taktik tidak menyalahi aturan. Pengamanan akan kepentingan bisnis berdampak pada ketidakmampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kekinian bagi masyarakat umum adalah ketidakpastian atas berbagai kemungkinan atau bahkan atas kepastian sekalipun.

Rakyat dikendalikan kepentinganan pihak tertentu yang jumlahnya makin banyak, makin berkompetitif. Bagaimana anggota dewan terhormat meminta gaji naik. Apa yang mereka banggakan dengan meminta tambahan bawaan ke rumah?. Untuk apa mereka berlaptop ria? Apa yang mereka pikirkan semasa ada di ruang sidang? Apakah rakyat bersemi dalam pikir dan hatinya? Kita sangat tidak tahu isi hatinya. Akan tetapi, kita menjadi tahu bahwa tidak ada sentuhan secara nyata rumusan aturan kebijakan disusun berarah kepada rakyat banyak.

Ragam peristiwa di sekitar kita kembali pada ada dan tidak ada rasa simpati dengan menyisakan ruang dalam hati buat orang lain. Kita menata ruang hati dengan keikhlasan penuh hati. Dengan niat itu Insyaallah negeri kita menjadi tercinta karera dicinta. Kecintaan tulus akan berakibat pada kualitas negara dan seisinya.

 

Abdul Rozak, dosen Unswagati Cirebon, (0231-206153), (081320203053)

 

 

 
Top